Selasa, 27 Februari 2018
Rumah ditengah Hutan
titik itu selalu ada,
sesuatu yang tak dapat diprediksi
kemudian perlahan menggerogoti
mereka bercerita tentang seorang yang menginginkan kehangatan
tentang kebahagiaan yang hanya memihak pada satu orang
tentang hati yang begitu egois untuk membaginya dengan yang lain
dan tentang mereka yang kemudian mengalah namun sangat merasa tersakiti
dan kemudian pikiran tentang sesuatu tak pernah berhenti mengalir
membayangkan hal diluar nalar
mencari sebab dan solusi terbaik dari sebuah keraguan
mengukur sejauh mana hati dapat mentoleransi.
"egoiskah jika ku genggam engaku dengan begitu erat??"
"salahkah jika ku bermimpi tentang rumah ditengah hutan ??"
dimana tak ada yang mendiami selain kamu dan aku.
hingga tak ada sebagai pengalih perhatian
namun dengan lirih dia mendengar alam berbisik
"Dia, tak pernah memimpikan itu"
" Dia tak ingin rumah ditengah hutan,
yang ia inginkan adalah kebebasan menjelajahi dunia yang begitu luas,,
dan kemudian dia berhenti pada suatu pertanyaan
salahkah jika kusiapkan tempat peristirahatan yang begitu kau rindukan namun kadang kau lupakan???
Rabu, 16 November 2016
Lukisan Pagi
Mengikis butiran embun menyapa rerumputan
Membawa aroma pagi
Gelap kini berganti terang, dan......
Dari kejauhan gunung itu merubah warna
Bagai lukisan di atas kanvas dengan torehan warna hijau terhampar luas
Tetesan embun yg masih meninggalkan jejak
Selamat tinggal untuk Hati yang kau titipkan
Kembali membuka lembaran diary
Jumat, 04 Maret 2016
Rasa Ini
Untukmu hati yang memberiku tempat teristimewa
Membagi setiap luka dan kisah di balik luka
Untukmu jiwa yang selalu menjagaku
Melindungiku dalam sadar maupun lelapku
Kau kisah yang tak pernah berakhir
Walau ribuan kali ku coba tuk akhiri
Kaulah rasa yang tak mudah ku bagi
Hingga waktu mengajariku tentang hati yang tak lagi miliku
Ketika semua ini begitu sulit dan tak ada jalan untuk kembali
Ingatlah cinta yang selalu mengutkanmu
Karena cinta tak pernah mengenal sakit
Selasa, 01 Maret 2016
MIMPI
Cerita tentang hujan
Ini cerita tentang hujan
Tentang jutaan tetes air
Tentang mendung yang mengawalinya
Dan tentang pelangi yang mengakhirinya
Ini cerita tentang hujan
Bukan tentang romantisnya gerimis
Atau indahnya pelangi yang datang setelahnya
Tapi tentang air mata yang tersamarkan oleh hujan
Ini cerita tentang hujan,
Bukan seberapa sering ia menyapa
Atau seberapa dingin angin yang berhembus kala itu
Tapi seberapa hangat kedamaian yang ia bawa setelahnya
Cerita hujan tak pernah berakhir
Karena mereka butuh dengan tetesanmu
Meski sebagian dari mereka tak mengharapkannya
Namun selalu ada sebagian dari mereka yang menanti kedatangannya
Entah untuk menyamarkan tangis atau menikmati rangkaian prosesmu yang begitu memikat
Senin, 29 Februari 2016
Menulis "sebuah awal di akhir Februari"
Menulis????
Hal sepele bagi mereka yang terbiasa dan hal berat bagiku yang baru pemula,,
Apalah dayaku yang hanya penulis amatiran?
Bahkan terlalu dini untuk menyebutnya sebagai penulis,
Menulis menjadi pelarianku dikala mereka yang kubutuhkan tak ada untuk mendengarkanku, dan menulis menjadi teman terbaik untuk berbagi rasa yang terpendam,,
Nikmati tiap alurnya dan biarkan kata ini terangkai dengan sendirinya,
Tak usah risau jika mereka menganggapnya tak indah, karena ini merupakan proses untuk merangkai kata terbaik lewat cerita
Ingin sedikit berbagi dengan mereka,
Tentang siapa aku dan bagaimana dunia yang ku jalani
Menikmati setiap langkah dan memaknai tiap proses,
Inilah ceritaku lewat tulisan yang masih jauh dari kata sempurna
Lewat ODOP kembali ku torehkan cerita bersama mereka yang baru,
menjadi awal di akhir Februari